Proses Pengerjaan Coran Beton

Tahapan Pengerjaan coran beton
Pengerjaan Beton Bertulang dan Tidak Bertulang. Sebelum pengecoran dilaksanakan, bekisting akan dicek terhadap kelurusan baik arah Vertikal maupun Horizontal.
Alat pengetar pada waktu pengecoran dapat digunakan bambo bulat dengan diselingi pengecoran bekisting secara perlahan-lahan. Pengadukan akan rata dan sama kentalnya setiap kali membuat adukan, sisa adukan yang mengeras tidak boleh dipakai. Pembongkaran bikisting baru diperbolehkan setelah beton mengalami periode pengerasan.
Gambar Denah Ring Balk
Sampel Denah Ring Balk


Lingkup pekerjaan yang termasuk dalam pekerjaan ini adalah Sloof :
  • Kolom Struktur
  • Kolom Praktis
  • Balk struktur  
  • Balk Lintai
  • Ring Balk 
  • Plat Meja beton





Pekerjaan beton tidak bertulang terdiri dari, neut-neut di bawah kusen setinggi 10 cm, lantai kerja beton tumbuk rabat tritisan dan segala sesuatu yang nyata dalam pekerjaan ini.

Bahan / Material
Pasir beton dan koral akan bermutu baik, tidak mengandung bahan organis, lumpur dan sejenisnya. Agregrat kasar / split yang digunakan mempunyai gradasi yang baik dan dapat memenuhi persyaratan Air yang dipakai air tawar bersih, bebas dari zat-zat kimia yang dapat merusak beton. Tulang besi beton yang digunakan akan bebas dari minyak, kotoran  cat, karat lepas dan lain-lain yang dapat merusak. Baja yang dipakai baja lunak dengan tegangan minimum fy = 240 Mpa dan mutu beton f’c = 22.5 Mpa, serta memenuhi persyaratan SK-SNI T-15-1991.
Adapun besi untuk tulangan beton pastikan yang berlebel SNI, serta berdiameter gemuk.
Bekisting.
Bahan bekisting dipakai kayu albasiah yang cukup kering . Pasangan bekisting akan rapih, cukup kuat dan kaku untuk menahan getaran dan kejutan gaya yang diterima tanpa berubah bentuk. Kerapihan dan ketelitian pemasangan bekisting akan diperhatikan agar setelah bekisting dibongkar memberikan bidang-bidang yang rata.
Celah-celah antara papan akan rapat agar pada waktu mengecor air tidak merembes keluar sebelum pengecoran bagian dalam bekisting akan bersih dari kotoran.
Adukan.
Adukan beton bertulang dengan mutu K-225, akan dilaksanakan pada kolom, balok, sloof, plat beton, dan segala sesuatu yang masuk pekerjaan beton bertulang. Sedangkan untuk kolam praktis dan tangga memakai mutu beton dengan perbandingan adukan 1 :3:5 digunakan untuk beton tidak bertulang seperti lantai kerja, rabat sekeliling bangunan ( tebal 5 cm), net di bawah kusen dan lainya. Pengadukan campuran beton dianjurkan menggunakan mesin pengaduk / molen.

Pelaksanaan pekerjaan
Penyetelan dan pemasangan besi tulang, semua tulang akan dipasang pada posisi yang tepat hingga tidak dapat berubah dan bergeser pada waktu adukan digetarkan. Penyetelan besi tulangan akan diperhitungkan dengan tebal selimut beton terhadap ukuran yang ditentukan. Hubungan sloof dan pondasi batu kali dan kolom dengan dinding akan dipasang besi angker ( steak ) setiap jarak 1m. Nah demikianlah untuk pembahasan pengerjaan coran beton bertulang dan tidak bertulang, untuk pembahasan berikutnya silahan kunjungi kami di Pengerjaan Atap Baja Ringan